SEMARANG, Jatengmaju.com – Di tengah riuk pikuk pusat Kota Semarang yang terus berbenah dengan deretan bangunan modern, sebuah rahasia masa lalu tersimpan rapat di Kampung Kelengan Besar, Kelurahan Kembangsari, Kecamatan Semarang Tengah. Di sudut permukiman padat ini, berdiri kokoh sebuah rumah kuno peninggalan era 1700-an. Rumah yang kerap disebut-sebut sebagai bangunan tempat tinggal tertua di Kota Semarang tersebut kini berdiri sunyi, terkunci, dan tak lagi berpenghuni.
Kampung Kelengan Besar sendiri bukanlah permukiman sembarangan. Kawasan yang berakar dari dinamika era Oud Samarang ini telah mencatat jejak sejarah panjang sejak masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) berkuasa di pesisir Jawa. Dalam catatan sejarahnya, gebouw is afkomstig van iemand genaamd “Klein” yang berarti bangunan megah pada zamannya ini dulunya dimiliki atau didirikan oleh sosok bernama Klein. Rumah tertua ini menjadi saksi bisu pesatnya aktivitas ekonomi dan denyut perdagangan Semarang abad ke-18 yang sangat langka ditemui saat ini.
Dari jendela-jendela besarnya yang ikonik, kita seolah diajak membayangkan betapa sibuk dan hidupnya sudut kota ini puluhan tahun silam. Meski berusia lebih dari tiga abad, struktur utama rumah ini menunjukkan daya tahan material kuno yang luar biasa. Uniknya, akibat fenomena peninggian jalan dan dinamika tanah di wilayah Semarang dari waktu ke waktu, posisi lantai rumah ini kini nampak lebih rendah dibanding permukaan jalan sekitarnyamenjadi saksi fisik betapa lamanya bangunan ini menahan laju perubahan zaman.
Pertanyaan besar yang sering muncul adalah mengapa rumah dengan nilai sejarah setinggi ini sekarang dibiarkan kosong? Seperti banyak bangunan cagar budaya lainnya, kondisi kosong ini kerap berkaitan dengan dinamika kepemilikan keluarga antar-generasi, tingginya biaya perawatan struktur kuno, hingga penyesuaian fungsi kawasan perkotaan. Rumah warisan Klein yang dahulu menjadi pusat aktivitas dan kejayaan kini berubah menjadi monumen bisu di tengah padatnya Semarang Tengah.
Keberadaan rumah tertua di Kelengan Besar ini bukan sekadar objek foto estetik, melainkan sebuah jendela waktu untuk mengenal akar Kota Semarang di masa lalu. Keheningannya menyimpan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga memori kolektif warga di tengah gempuran modernisasi. Mengenal dan merawat ingatan atas tempat-tempat bersejarah seperti ini menjadi langkah penting agar jejak peradaban panjang Ibu Kota Jawa Tengah tidak hilang ditelan zaman.



