SEMARANG, Jatengmaju.com – Kota Semarang tak pernah habis menyuguhkan pesona keanekaragaman budaya dan sejarahnya. Di tengah hiruk-pikuk Kawasan Pecinan Semarang, berdiri kokoh Klenteng Tay Kak Sie, sebuah bangunan cagar budaya yang bukan hanya menjadi tempat ibadah Tri Dharma (Konghucu, Taoisme, dan Buddha), tetapi juga lambang harmonisasi serta akulturasi budaya yang sarat nilai sejarah.
Didirikan pada tahun 1746 oleh Kho Kwei Sing dan beberapa tokoh masyarakat Tionghoa lokal, Klenteng Tay Kak Sie awalnya dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Dewi Maha Karuna Tay Soe Kong (Dewi Kwan Im). Nama “Tay Kak Sie” sendiri memiliki arti mendalam, yaitu “Kuil Kesadaran Agung”, sebuah ungkapan spiritual yang mengajak umat manusia untuk terus mengejar kearifan dan kesadaran spiritual.
Keindahan Arsitektur dan Replika Laksamana Cheng Ho
Memasuki area klenteng yang berlokasi di Jalan Gang Lombok No. 62 ini, pengunjung langsung disuguhkan dengan megahnya arsitektur khas Tiongkok Selatan. Ukiran kayu yang halus, ornamen naga bertengger di atas atap genteng merah, serta lampion-lampion merah yang bergantungan menciptakan suasana nostalgia ke masa lampau.
Salah satu daya tarik utama Klenteng Tay Kak Sie adalah keberadaan replika Kapal Laksamana Cheng Ho yang bersandar megah di tepi Sungai Semarang (Kali Semarang), persis di depan klenteng. Replika kapal ini menjadi pengingat jejak sejarah penjelajahan Laksamana Cheng Ho di bumi Nusantara, sekaligus penanda awal mula berkembangnya komunitas Tionghoa di Jawa Tengah.
Pusat Kebudayaan dan Destinasi Wisata Unggulan
Hingga saat ini, Klenteng Tay Kak Sie terus hidup sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Setiap perayaan hari besar seperti Imlek, Cap Go Meh, hingga Festival Ji Kao Ho (Pang Djo) dan tradisi rebutan (Pudji), klenteng ini selalu dipadati oleh ribuan peziarah serta wisatawan lokal maupun mancanegara.
Keberadaan klenteng ini juga berintegrasi indah dengan kuliner khas Semarang. Tepat di area sekitar klenteng, para wisatawan dapat menikmati Lumpia Gang Lombok, kuliner legendaris yang semakin melengkapi pengalaman berwisata sejarah dan budaya.
Mendorong Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Tengah
Pemerintah Kota Semarang bersama pengelola klenteng dan masyarakat setempat terus berupaya merawat keberadaan Klenteng Tay Kak Sie sebagai aset budaya berharga. Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa keberagaman dan toleransi adalah fondasi utama dalam memajukan pariwisata Jawa Tengah.
Bagi Anda yang ingin merasakan atmosfer sejarah yang kental sambil menikmati keindahan arsitektur klasik di jantung Kota Semarang, Klenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok wajib masuk dalam daftar destinasi yang harus dikunjungi.





