Drama Musikal Kolosal Hidupkan Kembali Pertempuran 5 Hari di Semarang di Kawasan Tugu Muda

SEMARANG, Jatengmaju.com – Kawasan Monumen Tugu Muda Semarang kembali bergemuruh pada Rabu malam (14/10/2026). Ribuan warga antusias memadati area bersejarah tersebut untuk menyaksikan peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang yang disuguhkan melalui pertunjukan teatrikal kolosal nan megah.

Berbeda dari pementasan biasanya, pergelaran drama sejarah tahun ini dibawakan oleh kolaborasi mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Dengan balutan drama musik yang dramatis dan penataan tata cahaya yang spektakuler, para pemeran mahasiswa berhasil menghidupkan kembali panggung sejarah perjuangan para pemuda Kota Lumpia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Bacaan Lainnya

Pementasan Drama Sejarah dan Aksi Teatrikal di Tugu Muda

Pertunjukan diawali dengan momen hening saat lampu di sekitar kawasan Tugu Muda dipadamkan. Suara pembacaan Teks Proklamasi dan dentuman aransemen musik menggelar atmosfer haru sekaligus tegang di tengah riuhnya penonton.

Aksi teatrikal tersebut merekonstruksi detik-detik penting meletusnya peristiwa sejarah pada Oktober 1945. Mulai dari isu peracunan cadangan air minum di Tandon Air Siranda, gugurnya pahlawan medis dr. Kariadi saat hendak memeriksa kualitas air warga, hingga pecahnya pertempuran sengit antara pemuda Indonesia dan pasukan Kidobutai Jepang di sekitar Tugu Muda dan Gedung Lawang Sewu.

Ekspresi para pemeran mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang yang membawakan dialog penuh emosi, dipadukan dengan aransemen musik dramatis serta rekonstruksi pertempuran, sukses membuat riuh penonton terpukau dan merinding.

Sinergi dan Suasana Kemeriahan Acara

Peringatan tahunan yang diinisiasi Pemerintah Kota Semarang ini tidak hanya menyajikan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi magnet edukasi sejarah bagi masyarakat. Personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, hingga relawan dikerahkan untuk mendukung kelancaran upacara dan pementasan drama tersebut.

Guna menunjang kenyamanan pengunjung dan kelancaran jalannya acara, Dinas Perhubungan Kota Semarang mengalihkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama sekitar Tugu Muda sejak sore hari.

Antusiasme warga terlihat dari penuhnya area penonton di sekeliling Tugu Muda hingga akhir acara. Pertunjukan diakhiri dengan riuh tepuk tangan saat para pemeran membungkuk memberi hormat, mempertegas pesan bahwa semangat keberanian dan persatuan para pahlawan akan terus menyala di dada generasi muda Kota Semarang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *