Sekolah Didorong Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Seni Khas Pati

Sumber Gambar : https://jatengprov.go.id/beritadaerah/plt-bupati-pati-dorong-seni-budaya-masuk-ke-sekolah/
Sumber Gambar : https://jatengprov.go.id/beritadaerah/plt-bupati-pati-dorong-seni-budaya-masuk-ke-sekolah/

PATI – Upaya menjaga keberlangsungan seni dan budaya daerah perlu dimulai sejak usia sekolah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pati mendorong agar kesenian lokal mendapat ruang lebih luas dalam kegiatan pendidikan, sehingga generasi muda tidak hanya mengetahui budaya secara teori, tetapi juga mengenal dan mempraktikkannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, sekolah memiliki peran strategis dalam mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada anak-anak. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting agar kesenian tradisional tetap hidup dan tidak terputus oleh perkembangan zaman.

Bacaan Lainnya

“Anak-anak kita harus terus belajar seni, belajar budaya, khususnya budaya Kabupaten Pati,” ujar Chandra seusai tampil dalam pagelaran wayang orang bertajuk “Ampak-Ampak Ngalengko” di Pendapa Kabupaten Pati, Minggu (9/8/2026).

Pagelaran tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia. Pertunjukan mengangkat kisah perjalanan seorang tokoh yang menghadapi berbagai persoalan dan rintangan hingga akhirnya kembali ke jalan yang benar.

Menurut Chandra, pertunjukan seni seperti wayang orang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Di dalamnya terdapat cerita, nilai moral, serta warisan budaya yang dapat dikenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Karena itu, ia menilai kegiatan seni dan budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga eksistensi kesenian tradisional, sehingga diperlukan keterlibatan masyarakat dan berbagai pihak.

“Acara-acara seperti ini harus kita dukung, terus kita dukung untuk kemajuan budaya dan tradisi seni budaya Kabupaten Pati,” tegasnya.

Chandra juga menyampaikan rencana penyelenggaraan pertunjukan ketoprak yang akan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati bersama anggota DPRD. Pertunjukan tersebut direncanakan berlangsung pada momentum tahun baru di Alun-Alun Kabupaten Pati.

Keterlibatan unsur pemerintahan dalam kegiatan seni, menurutnya, dapat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan kesenian tradisional kepada masyarakat. Selain memberikan hiburan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kembali rasa bangga dan kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.

Ia berharap upaya pelestarian seni budaya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan sekolah, pemerintah, pelaku seni, keluarga, serta masyarakat.

Dengan semakin banyak ruang bagi anak-anak untuk mengenal dan mempelajari kesenian lokal, budaya Pati diharapkan tetap memiliki generasi penerus yang mampu menjaga sekaligus mengembangkannya di masa mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *