Pedagang Cilok Dikeroyok, Bentrokan Warga dan Kelompok Punk Pecah di Tengaran

Warga baku hantam dengan anak punk yang menganiaya pedagang cilok di kawasan SPBU, Tengaran, Kabupaten Semarang, Rabu (16/9/2026). (Foto: iNews TV)

SEMARANG — Kericuhan terjadi di kawasan SPBU Tengaran, Kabupaten Semarang, setelah seorang pedagang cilok diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok anak punk. Insiden tersebut memicu reaksi warga yang kemudian terlibat bentrok dengan kelompok tersebut.

Peristiwa bermula ketika pedagang cilok dan pedagang bakso yang berjualan di sekitar SPBU menegur sekitar 11 anak punk yang dinilai membuat keributan di lokasi. Teguran itu diduga memicu emosi kelompok tersebut hingga berujung aksi kekerasan terhadap pedagang.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Tengaran, Iptu Budi Prihadi, mengatakan kelompok anak punk tidak hanya menganiaya pedagang cilok, tetapi juga merusak gerobak dagangannya.

“Keributan berawal saat pedagang menegur sekelompok anak punk karena membuat bising. Mereka tidak terima, lalu menganiaya pedagang cilok dan merusak gerobaknya,” ujar Budi, Rabu (16/9/2026).

Melihat kejadian tersebut, warga yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha membantu korban. Situasi kemudian berubah menjadi bentrokan antara massa dengan kelompok anak punk.

Petugas gabungan TNI dan Polri yang datang ke lokasi sempat mengalami kesulitan mengendalikan situasi karena banyak warga yang sudah tersulut emosi.

Akibat kejadian itu, pedagang cilok mengalami luka sobek di bagian kening dan mendapat perawatan medis. Sementara itu, enam dari sebelas anggota kelompok anak punk dilaporkan mengalami luka akibat bentrokan dengan warga.

Seluruh korban yang mengalami luka telah mendapatkan penanganan di puskesmas terdekat. Adapun sejumlah anggota kelompok punk yang terlibat diamankan ke Mapolsek Tengaran untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian masih mendalami kronologi kejadian serta meminta keterangan dari para pihak yang terlibat guna mengungkap secara utuh penyebab bentrokan tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *