Temanggung Dorong Generasi Muda Tekuni Pertanian Modern Lewat Pelatihan Kerja

Sumber Gambar : Pemprov Jateng

TEMANGGUNG — Pemerintah Kabupaten Temanggung mulai mendorong anak muda untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki peluang usaha. Salah satunya dilakukan melalui pelatihan kerja yang memperkenalkan penggunaan teknologi pertanian modern, termasuk sistem greenhouse.

Program tersebut menjadi bagian dari Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Berbasis Unit Kompetensi yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung.

Bacaan Lainnya

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, penggunaan teknologi greenhouse menjadi salah satu upaya menghadapi perubahan iklim sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan pertanian.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini mulai mengembangkan pembangunan greenhouse di sejumlah wilayah. Pengetahuan mengenai teknologi tersebut kemudian diperkenalkan melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) agar muncul generasi petani muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Pelatihan greenhouse di BLK ini merupakan inovasi baru untuk membangkitkan minat para petani milenial. Dengan greenhouse, penggunaan lahan jauh lebih efisien, dan kita tidak lagi bergantung penuh pada cuaca konvensional, karena kondisi lingkungan bisa diatur,” ujar Agus setelah menutup kegiatan di Aula Dinperinaker Temanggung, Kamis (1/10/2026).

Ia berharap keterampilan tersebut dapat ikut memperkuat ketahanan pangan daerah. Selain itu, teknologi pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas komoditas hortikultura Temanggung, terutama sayuran dan tanaman obat.

Pelatihan yang digelar Dinperinaker tidak hanya berfokus pada sektor pertanian. Peserta juga mendapatkan pembekalan pada sejumlah bidang keterampilan lain, seperti pengelasan, meubel, desain grafis dan sablon, servis sepeda motor, hingga pengolahan makanan kekinian.

Agus mengatakan, pelaksanaan berbagai pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.

“Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menambah keahlian anak-anak kita melalui DBHCHT. Harapannya, setelah menyelesaikan pelatihan ini, mereka bisa mandiri dan membuka usaha sendiri, sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Temanggung,” katanya.

Ia menambahkan, lulusan pelatihan diharapkan tidak hanya mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan keterampilan yang diperoleh, mereka juga didorong untuk membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Pelaksana Tugas Kepala Dinperinaker Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana mengatakan, seluruh kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 19 hari. Peserta mendapatkan 114 jam pelatihan teknis, ditambah delapan jam pembelajaran soft skill dan pembekalan karakter.

Dari 186 orang yang mendaftar, pihaknya menetapkan 96 peserta untuk mengikuti program. Prioritas diberikan kepada warga yang memiliki KTP Temanggung serta keluarga petani tembakau.

“Dari total 186 pendaftar, kami menyeleksi 96 peserta terbaik yang diprioritaskan bagi warga ber-KTP Temanggung, serta keluarga petani tembakau. Mereka terbagi dalam enam kelas spesifik, yang masing-masing diisi 16 orang,” jelas Hendra.

Menurut dia, pemerintah daerah tidak ingin program pelatihan berhenti setelah peserta memperoleh sertifikat. Para alumni juga akan mendapatkan pendampingan agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi produk maupun jasa yang memiliki nilai ekonomi.

Pemkab Temanggung, kata Hendra, juga berupaya membuka akses pasar bagi produk hasil pelatihan, termasuk melalui platform pengadaan barang dan jasa pemerintah seperti e-katalog dan e-procurement.

“Atas arahan Bapak Bupati dan DPRD, peserta pelatihan kuliner kekinian, maupun barista kopi, nantinya dibimbing agar produknya mampu masuk ke e-katalog. Ini bagian dari keberlanjutan program. Tidak hanya membekali keahlian teknis, tetapi juga memasarkannya,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *