Ratusan Siswa di Pati Alami Mual hingga Diare, Dugaan Keracunan MBG Masih Diselidiki

Sumber Gambar : https://banyumas.tribunnews.com/jateng/95892/breaking-news-diangkut-ambulans-puluhan-siswa-di-gembong-pati-diduga-keracunan-mbg
Sumber Gambar : https://banyumas.tribunnews.com/jateng/95892/breaking-news-diangkut-ambulans-puluhan-siswa-di-gembong-pati-diduga-keracunan-mbg

PATI – Ratusan pelajar di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut melalui pemeriksaan sampel makanan di laboratorium.

Data sementara Pemerintah Kabupaten Pati mencatat sedikitnya 231 siswa mengalami keluhan berupa pusing, mual, sakit perut, diare, hingga gangguan pencernaan. Gejala mulai muncul pada Selasa malam (8/9/2026) hingga Rabu (9/9/2026), beberapa jam setelah para siswa mengonsumsi makanan yang berasal dari SPPG Gembong 1.

Bacaan Lainnya

Gejala Muncul Sejak Pagi Hari

Kepala SMP Negeri 1 Gembong, Istiana, mengatakan pihak sekolah baru mengetahui banyak siswa mengalami keluhan pada Rabu pagi. Awalnya hanya beberapa siswa yang mengeluh, namun jumlahnya terus bertambah hingga siang hari.

“Pagi tadi anak-anak mulai mengeluh mulas dan sering ke kamar mandi. Semakin siang jumlahnya terus bertambah,” ujarnya.

Di sekolah tersebut, sebanyak 103 siswa dilaporkan mengalami gejala serupa. Selain itu, 13 guru juga merasakan keluhan ringan meski tidak memerlukan perawatan medis.

Menu MBG yang disajikan terdiri dari nasi bakar ayam suwir, telur ceplok, orak-arik tempe, lalapan, kerupuk udang, dan semangka. Istiana menjelaskan distribusi makanan pada hari itu mengalami keterlambatan, dari biasanya sekitar pukul 09.30 WIB menjadi sekitar pukul 11.30 WIB.

MTsN 3 Pati Jadi Lokasi Korban Terbanyak

Keluhan serupa juga terjadi di MTsN 3 Pati. Kepala sekolah, Zaenal Arifin, menyebut sekitar 127 siswa mengalami gangguan kesehatan, terutama dari kelas VIII dan IX.

Menurutnya, saat makanan dibagikan para siswa tidak mencurigai kualitas menu yang diterima. Bahkan beberapa di antaranya meminta tambahan karena merasa makanan tersebut enak.

Distribusi MBG di sekolah itu juga terlambat, yakni baru dibagikan setelah pukul 12.00 WIB, lebih lambat dari jadwal biasanya.

Dinkes Lakukan Penyelidikan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, memastikan kedua sekolah menerima makanan dari dapur MBG yang sama, yakni SPPG Gembong 1. Tim kesehatan kini melakukan penyelidikan epidemiologis untuk memastikan penyebab munculnya gejala tersebut.

Sampel makanan telah diambil dan akan diperiksa di laboratorium sebelum pemerintah menyimpulkan apakah kejadian ini berkaitan langsung dengan menu MBG.

Pemkab Bentuk Satgas Pengawasan

Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat menangani para siswa yang terdampak. Selain memberikan layanan kesehatan, Pemkab berencana membentuk satuan tugas khusus untuk memeriksa seluruh SPPG yang beroperasi di Kabupaten Pati sebagai langkah pencegahan.

Dalam proses penanganan, 92 siswa dirawat di Puskesmas Gembong, 98 siswa ditangani di RSUD RAA Soewondo Pati, dan 41 siswa mendapat pelayanan di RS Mitra Bangsa. Dari seluruh pasien tersebut, 11 siswa menjalani rawat inap, sementara sisanya mendapatkan perawatan jalan dan terus dipantau kondisinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *