KENDAL – Penolakan terhadap rencana eksplorasi energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran terus menguat. Warga lereng Gunung Ungaran di wilayah Kabupaten Kendal bersama sejumlah aktivis lingkungan menggelar pertemuan lintas kawasan untuk menyatukan sikap menolak proyek yang dinilai berpotensi mengganggu kelestarian alam dan sumber penghidupan masyarakat.
Pertemuan tersebut menjadi forum konsolidasi bagi masyarakat di kawasan utara Gunung Ungaran yang berada dalam wilayah administratif Kabupaten Kendal. Selain menyampaikan keberatan atas rencana proyek, warga juga sepakat memperluas koordinasi dengan komunitas di wilayah lain yang diperkirakan turut terdampak.
Koordinator Wilayah Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo Kendal, Sri Joko Triyono, mengatakan aliansi tersebut dibentuk sebagai wadah resmi untuk menyuarakan aspirasi masyarakat terkait rencana pengembangan energi panas bumi di kawasan tersebut.
“Aliansi ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan keresahan terhadap proyek energi panas bumi di Gunung Ungaran, khususnya di wilayah utara yang merupakan bagian dari Kabupaten Kendal dan perlu dijaga ekosistemnya,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).
Gerakan penolakan itu juga mendapat dukungan dari sejumlah relawan dan pegiat lingkungan. Mereka menilai suara masyarakat lokal harus menjadi pertimbangan penting dalam setiap proses pengambilan keputusan terkait pembangunan proyek energi.
Ketua Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo, Hafidz Sungkar, menegaskan pihaknya akan terus memperkuat gerakan secara damai dan terorganisasi untuk mengawal isu tersebut.
“Aliansi akan terus menjadi wadah untuk memperkuat gerakan penolakan ini secara terstruktur dan damai,” katanya.
Warga menegaskan akan terus membangun solidaritas dengan masyarakat di kawasan lereng Gunung Ungaran lainnya. Mereka berharap rencana pengembangan geothermal dikaji kembali secara menyeluruh dengan mengutamakan perlindungan lingkungan, keberlanjutan sumber daya alam, serta kepentingan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.





