SEMARANG – Sebanyak lebih dari 400 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai wilayah di Jawa Tengah berkumpul di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, pada Rabu (3/6/2026). Kehadiran mereka bertujuan untuk mengikuti pelatihan bertajuk Praktik Pembelajaran Mendalam, Coding, dan Robotic Berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Agenda inovatif ini diinisiasi oleh Bunda PAUD Jateng, Nawal Arafah Yasin, yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng serta Rumah Edukasi. Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendorong transformasi pendidikan anak usia dini agar lebih adaptif di era digital, selaras dengan visi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa pengenalan coding dan robotik kepada anak-anak usia dini saat ini sudah bergeser dari sekadar pilihan menjadi sebuah kebutuhan mutlak yang harus direspons oleh dunia pendidikan. Menurutnya, sistem pendidikan di Jawa Tengah harus bergerak cepat untuk beradaptasi dan mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar. Melalui metode berbasis teknologi yang dikemas lewat permainan edukatif, anak-anak tidak hanya dilatih berpikir kritis dan sistematis, tetapi juga diasah kreativitasnya, kemampuan memecahkan masalah, hingga semangat kerja sama dalam tim.
Lebih lanjut, istri Wakil Gubernur Jateng tersebut menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung empat pesan utama, yaitu kerja sama, pembelajaran tanpa gawai, gerakan antiperundungan, serta sikap bijak digital. Pelatihan ini juga menjadi langkah konkret dalam mengimplementasikan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 yang mengatur integrasi mata pelajaran Koding dan Artificial Intelligence (AI) dari jenjang PAUD hingga SMA. Nawal berharap, setelah kepala sekolah dan guru mendapatkan pelatihan ini, mereka bisa langsung menerapkannya di satuan pendidikan masing-masing guna membentuk karakter anak yang cerdas dan positif dalam memanfaatkan teknologi.
Senada dengan hal tersebut, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, menyampaikan bahwa pengenalan konsep berpikir komputasional memang idealnya dimulai sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan anak. Melalui metode STEAM, aktivitas robotik dan coding sederhana menjadi media efektif untuk mengenalkan logika, pola pikir terstruktur, sekaligus mengasah kecerdasan sosial dan emosional anak lewat prinsip bermain sambil belajar. Dalam pelatihan ini, para guru dibekali berbagai materi esensial, mulai dari pemrograman dasar tanpa komputer (unplugged coding), logika matematika, pemecahan masalah secara logis, hingga praktik langsung merakit robot.
Respons positif juga datang dari salah satu peserta, Alim Sri Mardiyani, seorang guru dari TK Negeri Pembina Kabupaten Batang. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi untuk anak usia dini. Alim menceritakan bahwa sekolahnya sendiri sudah mulai mengadopsi teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari, salah satunya melalui penggunaan papan interaktif digital berukuran besar. Menurut pengalamannya, visualisasi materi melalui video dan gim edukatif terbukti jauh lebih efektif dalam menarik minat dan antusiasme belajar anak-anak di kelas.





