BATANG – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang di Kabupaten Batang resmi dihentikan sementara setelah ratusan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami gangguan kesehatan. Hingga Kamis (24/9/2026), jumlah warga yang mengeluhkan mual, diare, dan gejala serupa tercatat mencapai 411 orang.
Penghentian sementara dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap proses penyelenggaraan layanan makanan di dapur SPPG yang dikelola Yayasan Bela Batang Sejahtera.
Perwakilan yayasan, Tutut Wahyuningsih, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga dan penerima manfaat yang terdampak. Ia menjelaskan menu MBG yang dibagikan saat kejadian terdiri dari nasi putih, telur saus asam manis, tahu goreng, sayuran, serta buah anggur.
Menurutnya, proses pengolahan makanan telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP), sementara bahan baku diperoleh sehari sebelum proses memasak dilakukan.
Ratusan Korban Jalani Perawatan
Berdasarkan data terbaru, dari total 411 korban, sebanyak 119 orang sempat dirujuk ke berbagai fasilitas kesehatan. Sebanyak 20 orang masih menjalani perawatan inap di Puskesmas Bawang, sedangkan 272 orang lainnya telah mendapatkan penanganan rawat jalan.
SPPG Bawang sendiri melayani sekitar 2.595 penerima manfaat, sehingga seluruh aktivitas dapur kini dihentikan sementara untuk mendukung proses evaluasi.
“Operasional dapur kami hentikan sementara agar evaluasi terhadap bahan baku, proses pengolahan, distribusi makanan, hingga keterlibatan relawan dapat dilakukan secara menyeluruh,” ujar Tutut.
Polisi Selidiki Penyebab Kejadian
Sementara itu, Polres Batang mulai melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara sisa makanan yang dikonsumsi warga pada Selasa (22/9/2026) diamankan sebagai barang bukti.
Kapolres Batang Kombes Pol Warsono mengatakan, hingga kini penyebab gangguan kesehatan para korban belum dapat dipastikan karena hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu.
“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab pastinya. Makanan dikonsumsi pada Selasa, sedangkan keluhan mulai muncul pada malam harinya hingga Rabu sore. Sampel makanan sudah kami kirim ke laboratorium di Semarang,” jelas Warsono.
Polisi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Batang juga mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, diare, atau demam setelah mengonsumsi MBG agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.





