Program Blonjo Warung Tonggo Catat Transaksi Rp203,7 Juta, Pemkab Magelang Siapkan Perluasan

Sumber Gambar : https://jatengprov.go.id/beritadaerah/transaksi-capai-rp2037-juta-blonjo-warung-tonggo-putar-ekonomi-desa/
Sumber Gambar : https://jatengprov.go.id/beritadaerah/transaksi-capai-rp2037-juta-blonjo-warung-tonggo-putar-ekonomi-desa/

MUNGKID – Program Blonjo Warung Tonggo yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Magelang menunjukkan perkembangan positif. Selama sekitar dua bulan pelaksanaan di tiga desa percontohan, program tersebut berhasil mencatat 5.483 transaksi dengan total perputaran uang mencapai lebih dari Rp203,7 juta.

Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Magelang sebelum program diperluas ke wilayah lain. Pembahasan dilakukan dalam rapat evaluasi yang dipimpin Bupati Magelang Grengseng Pamuji di Ruang Cemerlang Setda Kabupaten Magelang, Rabu (5/8/2026).

Bacaan Lainnya

Grengseng menegaskan, pemerintah sengaja belum memperluas program karena ingin memastikan mekanisme pelaksanaan di desa percontohan benar-benar berjalan dengan baik. Menurutnya, seluruh kendala yang muncul harus diselesaikan terlebih dahulu agar penerapan di daerah lain dapat berlangsung lebih efektif.

“Tiga desa ini harus menjadi contoh yang matang. Setelah sistem dan prosedurnya benar-benar siap, baru program dapat diterapkan secara lebih luas,” ujarnya.

Adapun desa yang menjadi lokasi uji coba meliputi Kelurahan Sawitan, Desa Mendut, dan Desa Deyangan. Ketiganya dipilih sebagai model implementasi untuk menguji berbagai aspek teknis sebelum program diterapkan di seluruh wilayah Kabupaten Magelang.

Bupati juga mengapresiasi proses evaluasi yang dilakukan berdasarkan data dan capaian nyata. Ia menilai keberhasilan sebuah program harus dapat dibuktikan melalui indikator yang terukur.

Berdasarkan laporan yang dipaparkan, nilai transaksi terus mengalami peningkatan sejak awal pelaksanaan. Jika pada tahap pertama perputaran uang masih berada di kisaran Rp18 juta, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp73 juta, kini total transaksi telah melampaui Rp203,7 juta.

Menurut Grengseng, capaian tersebut cukup menggembirakan mengingat program baru melibatkan sekitar 1.400 aparatur sipil negara (ASN). Ia melihat peluang pertumbuhan masih sangat besar apabila semakin banyak ASN rutin berbelanja di warung yang berada di lingkungan tempat tinggalnya.

Ia memperkirakan, apabila setiap ASN mengalokasikan sebagian belanja bulanannya di warung sekitar dengan nilai rata-rata Rp80 ribu, maka perputaran ekonomi di tingkat desa akan meningkat secara signifikan dan memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha kecil.

Lebih jauh, Grengseng menegaskan bahwa Blonjo Warung Tonggo tidak hanya bertujuan mengajak ASN berbelanja di warung lokal, tetapi juga menjadi strategi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui perubahan pola konsumsi. Dengan demikian, uang yang dibelanjakan masyarakat dapat terus berputar di wilayah Kabupaten Magelang dan mendukung keberlangsungan usaha mikro.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang, Edi Wasono, menjelaskan bahwa program tersebut mulai dijalankan sejak 20 Mei 2026 dan hingga kini masih difokuskan pada tiga desa percontohan.

Ia mengatakan evaluasi dilakukan atas arahan Bupati sebagai dasar penyempurnaan sebelum implementasi diperluas ke seluruh 21 kecamatan di Kabupaten Magelang.

“Capaian yang ada menunjukkan respons positif dari ASN maupun masyarakat. Setelah seluruh mekanisme diperbaiki dan disempurnakan, kami optimistis program ini dapat berkembang menjadi penggerak ekonomi desa yang lebih luas,” kata Edi.

Menurutnya, perluasan program nantinya diharapkan mampu menghidupkan kembali warung-warung kecil, memperkuat pelaku UMKM, sekaligus menjaga agar perputaran ekonomi tetap berada di Kabupaten Magelang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *