UCC Terboyo Diproyeksikan Jadi Motor Baru Ekonomi dan Logistik Semarang

Sumber Gambar : https://lingkar.co/berita/ucc-terboyo-disiapkan-jadi-pusat-logistik-kota-semarang
Sumber Gambar : https://lingkar.co/berita/ucc-terboyo-disiapkan-jadi-pusat-logistik-kota-semarang

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang tengah menyiapkan kawasan Urban Consolidation Center (UCC) Terboyo untuk dikembangkan sebagai pusat logistik sekaligus salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Konsep yang ditawarkan tidak sebatas aktivitas pergudangan, tetapi mencakup keterhubungan dengan UMKM, koperasi, transportasi, hingga penciptaan lapangan kerja.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat mengikuti Investment Challenge 2026 di Gumaya Hotel Tower Semarang, Senin (10/8/2026). Dalam forum itu, Agustina memaparkan proposal pengembangan Semarang Logistic Hub UCC Terboyo kepada sejumlah panelis.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bappeda Jateng, Universitas Diponegoro, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, serta para konsultan ahli.

Agustina mengatakan, UCC Terboyo memiliki potensi yang lebih luas apabila dibangun sebagai sebuah ekosistem ekonomi. Menurutnya, kawasan tersebut tidak seharusnya hanya mengandalkan pendapatan dari penyewaan lahan.

“Proyek ini lebih dari sekadar bisnis sewa lahan fisik. Banyak peluang yang bisa kita eksplorasi untuk menjadi pendapatan pemerintah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Berada di Jalur Strategis

UCC Terboyo memiliki keunggulan dari sisi lokasi karena berada di kawasan yang terhubung dengan sejumlah simpul transportasi dan kegiatan ekonomi. Lokasinya relatif dekat dengan Pelabuhan Tanjung Emas, jalan tol, bandara, stasiun kereta api, serta kawasan industri.

Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi modal penting dalam membangun sistem distribusi barang yang lebih efisien sekaligus meningkatkan daya tarik investasi Kota Semarang.

Selain kepentingan ekonomi, pengembangan UCC juga ditujukan untuk mengurangi persoalan distribusi barang di dalam kota. Sistem konsolidasi memungkinkan aktivitas bongkar muat kendaraan besar dipusatkan di lokasi tertentu sehingga tidak terlalu banyak kendaraan berat masuk ke berbagai titik perkotaan.

Agustina menilai persoalan kelancaran transportasi memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Kemacetan, kata dia, dapat meningkatkan biaya distribusi dan pada akhirnya memengaruhi aktivitas perekonomian.

“Secara ekonomi, kemacetan sangat berkorelasi terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Semarang,” katanya.

Konsep UCC Terboyo nantinya akan diperkuat dengan jaringan 16 gudang yang direncanakan tersebar di setiap kecamatan. Gudang-gudang tersebut dapat berfungsi sebagai titik pengumpulan maupun distribusi barang yang terhubung dengan pusat logistik di Terboyo.

Jaringan tersebut juga diharapkan mampu mendukung sekitar 33.000 UMKM yang tersebar di 177 kelurahan. Salah satu strateginya melalui pengelompokan produk berdasarkan klaster sehingga proses penyimpanan dan distribusi dapat dilakukan secara lebih terarah.

Disiapkan dengan Investasi Rp71,17 Miliar

Dalam rancangan pengembangannya, Semarang Logistic Hub UCC Terboyo akan berfungsi sebagai titik konsolidasi barang yang menghubungkan berbagai kawasan, mulai dari pelabuhan, kawasan industri, pusat perdagangan hingga pasar di wilayah perkotaan.

Kawasan tersebut memanfaatkan aset Pemerintah Kota Semarang dengan luas sekitar 5,1 hektare. Dari total luasan itu, sekitar 4,4 hektare disiapkan untuk ditawarkan dalam skema pengembangan.

Adapun kebutuhan investasi awal untuk merealisasikan proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp71,17 miliar.

Pemkot Semarang menyatakan siap memberikan sejumlah dukungan bagi calon investor, termasuk penyediaan lahan, fasilitasi perizinan, pembangunan infrastruktur pendukung, serta penguatan ekosistem usaha.

Pemerintah kota juga membuka kesempatan bagi investor maupun pihak pengelola untuk terlibat dalam pengembangan kawasan tersebut. Bentuk dan skala usaha nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan potensi bisnis yang tersedia.

Dengan konsep tersebut, UCC Terboyo diharapkan berkembang menjadi lebih dari sekadar pusat pergudangan. Kawasan ini ditargetkan mampu menciptakan rantai ekonomi yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, UMKM, koperasi, pekerja, serta masyarakat.

Pengembangan Semarang Logistic Hub tersebut sekaligus diarahkan untuk menjawab dua kebutuhan utama Kota Semarang, yakni menekan biaya dan persoalan distribusi barang serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *