SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 6,70 hingga 8,55 persen pada 2027. Sasaran tersebut menjadi bagian dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 sekaligus memasuki tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 6,49 persen pada 2025 menjadi pijakan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dalam dua tahun ke depan.
“Angka-angka ini menunjukkan kemajuan, sekaligus menjadi dasar untuk menentukan pekerjaan berikutnya. Kita tidak boleh berhenti pada capaian, tetapi harus melihat apa yang masih perlu diperbaiki dan apa yang bisa kita akselerasi,” ujar Agustina saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Balai Kota Semarang, Rabu (19/8/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Pemkot mengangkat tema pembangunan “Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Produk Unggulan Daerah.” Pariwisata diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dengan fokus tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan agar dampak ekonominya semakin besar bagi masyarakat.
“Kita ingin pariwisata membuat wisatawan tinggal lebih lama. Produk unggulan daerah didukung dari pendataan, kurasi, pembinaan, business matching hingga pasar, sementara infrastruktur menjadi pengungkitnya,” kata Agustina.
Strategi tersebut akan dijalankan melalui pengembangan enam kawasan prioritas, yakni Semarang Lama, Simpang Lima, Semarang Barat, Mijen–Gunungpati, Semarang Atas, dan Semarang Timur.
Pada 2027, pemerintah menargetkan hadirnya lima destinasi wisata alam baru, lima desa atau kampung wisata, serta pelatihan bagi 20 konten kreator untuk memperkuat promosi destinasi. Jumlah kunjungan wisatawan dipatok mencapai 9.461.037 kunjungan.
Selain sektor pariwisata, Pemkot juga memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program Waras Ekonomi yang dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan UMKM. Program tersebut mencakup proses kurasi produk, pembinaan usaha, pengembangan pasar, hingga evaluasi dampak agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih baik.
Agustina menegaskan pembangunan 2027 merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan. Sebanyak 56 program dan 96 kegiatan prioritas akan diteruskan, dengan sebagian di antaranya ditargetkan rampung pada 2027.
Di sisi lain, penanganan banjir tetap menjadi perhatian utama karena dinilai berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi. Pemerintah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari optimalisasi pompa, normalisasi saluran, hingga penguatan sistem drainase bersama BBWS Pemali Juana melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).
Selain target pertumbuhan ekonomi, RKPD 2027 juga menetapkan sasaran pembangunan lainnya, yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 87,35, tingkat kemiskinan turun ke kisaran 3,31–3,52 persen, serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada rentang 4,93–5,23 persen.
“Seluruh angka, target, program, dan kebijakan ini memiliki satu ukuran: seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegas Agustina.
Musrenbang RKPD 2027 diikuti 714 peserta secara luring dan daring, yang terdiri atas unsur pemerintah, DPRD, akademisi, instansi vertikal, hingga organisasi kemasyarakatan. Bagi Pemkot Semarang, target pertumbuhan ekonomi hingga 8,55 persen menjadi tolok ukur agar pengembangan pariwisata, UMKM, produk unggulan, dan infrastruktur benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan warga.





